RESOLUSI PERTAMAKU 2018

by - 15.35


Hai teman..
Assalamualaikum Wr Wb

Udah masuk bulan Desember. Artinyaaa tahun baru akan tiba, yeeeey. Eitss.. jangan seneng dulu. Bulan Desember banyak orang yang berbondong-bondong bikin resolusi atau capaian-capaian untuk tahun kedepan. Aiiihhh... Bagiku mah resolusi bisa dilakukan kapan saja. Gak harus nunggu bulan Desember atau tahun baru terlebih dulu. Kalo kata kids jaman now, woles aja lah woleeessss. Dikasih umur panjang aja aku udah bersyukur banget. *Pasrah banget yak hidupku. Resolusiku mah yang terbaik aja. *Teteeep pasrah lagi.

Akhir-akhir ini aku blogwalking dan menemukan banyak blogger yang membahas tentang resolusi masing-masing. Apalagi ditambah ada lomba menulis bertema tentang resolusi, semakin menarik perhatian para blogger untuk berresolusi. Karena keseringan baca bertemakan resolusi membuatku ingin ikut-ikutan beresolusi. Ini pertama kalinya aku menyusun resolusi sperti ini. Sebelumnya mah ya hanya dicatat di otak aja. Gak terlalu muluk-muluk juga sih. Resolusi terbesarku yang belum terealisasikan sampai sekarang adalah tiket hamil. Hmmm.. Allah, memang masih ingin melihatku berjuang lebih keras. Semangaaaatt...

2017 ini, aku mengalami banyak peristiwa yang tentunya mempengaruhi kehidupanku. Peristiwa yang paling membanggakan adalah Pak Lelaki Surga yang berhasil menyandang Sarjana. Dua tahun sudah bergelut dengan tugas kuliah, dan dosen-dosen yang luar biasah yang membuatku agak kapok untuk menyuruh pak Lelaki Surga melanjutkan lagi di jenjang S2. Ternyata menjadi mahasiswa itu lebih sibuk daripada pekerja kantoran. Kalo kantoran, pulang bisa langsung tidur, lha mahasiswa harus lembur dulu ngerjain tugas. Alhasil keadaan tubuh gampang ngedrop.

Sesuai dengan prediksi, pak Lelaki Surga mendapat jatah penempatan di Kantor pusat. Duuuhhh... Harus dipaksa betah tinggal di Jakarta lebih lama lagi nih. *Sabar Mithaaa. Yang penting sekarang gaji udah full. Gak kena potong-potong lagi kayak pas mahasiswa kemaren. Hyaaahh... Ketahuan nih istri mata duitan.. >.<

Kejadian lain yang bikin haru, bisa berkumpul dengan teman lama semasa di Bangko. Iiihh... Kangeeeeen. Saking kangennya sampe refleks cium pipi teman-temanku. Eiiittss jangan salah sangka dulu yak. Temen-temenku itu cewek. Soo bebas donk yak. Cewek kan selalu benar. Hahaha. Duuhh... Jadi kangen lagi nih. Kapan isa ngumpul lagi yak.

Tahun 2017 juga mengharuskanku untuk bersahabat dengan rumahsakit, dokter, perawat, dan obat-obatan. Pertama, papa mertua jatuh dari sepeda motor, yang mengakibatkan beberapa bagian tubuh luka dan bengkak. Dan paling parahnya adalah ada keretakan tipis di pergelangan tangannya. Seharusnya sih dioperasi. Tapi entah dengan alasan apa kog gak mau operasi. Semoga gak ada efek yang merugikan di masa depan yak. Aamiin.
Eee.. tiba-tiba dapat telp dari keluarga Demak kalo Simbah masuk rumah sakit karena sesak nafas parah (infeksi paru-paru). Karena aku emang lagi off gak ada kerjaan dan lagi LDMan ma Lelaki Surga, so aku harus sadar diri donk harus bolak balik rumah sakit untuk jaga Simbah. 4 hari kemudian Simbah dibolehkan pulang dengan catatan harus ada persediaan oksigen di rumah. Oooomigott.. oksigen?. Bentuknya yang gimana aja aku gak tahu. Belinya pun dimana aku juga gak tahu. Alhamdulillah ada 2 saudara (tante dan budhe) yang menawarkan tabung oksigen bekas mereka. Tinggal isi ulang oksigennya doank. Masalah lagi, gak tau beli isi ulang oksigen dimana dan naek apa. Secara 1 rumah itu gak ada yang bisa nyetir mobil. Padahal punya mobil loh. Percuma donk yak ada mobil tapi gak ada yang isa nyetir mobil. Keluargaku satu ini memang unik dan unyuk-unyuk. Hehehe. Akhirnya ada om yang menawarkan diri untuk nganter. Alhamdulillah beres masalah peroksigenan.
Aku pikir udah berhenti berurusan dengan rumahsakit, lha kog malah papa mertua ada benjolan (abses) menggangu di paha kaki. Setelah diperiksa ternyata harus dioperasi. Ealaaaaahh... Yang tadi menghindar dari operasi retak pergelangan tangan, malah operasi benjolan. Dan sayangnya, ternyata papa ada diabetes. Terpaksa aku berurusan lagi dengan rumahsakit. Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik. Tinggal nurunin gulanya sedikit lagi. *Gud luck papa..

Tahun 2017 juga tahun keberanianku dan membentuk percaya diriku. Bermodal ilmu menjahit yang alakadarnya, aku nekat terima jahitan dan permak pakaian. Pernah 2x salah jahit. Alhasil aku harus mengganti kain pelanggan. Untungnya toko kain dekat rumah, so amanlah saya. Hehehe. Ini bukan usaha aku sih, ini sekedar mengisi waktuku. Daripada cengoh ditinggal pak Lelaki Surga yang ngantor seharian. Ditambah lagi karena sekarang aku punya ruangan khusus untuk menjahit. Yang sebelumnya adalah ruang belajar Pak Lelaki Surga, aku usir semua barang-barangnya. Hahaha. Teteeepp istri kan selalu menjajah.


Selain itu aku semakin bertambah pede dengan maha karya tulisanku. Yaaaa meskipun masih amburadul begini. Setidaknya ada perkembanganlah. Dulunya mah ngumpet-ngumpet, gak berani di sebar-sebar. Apalagi kalo sampai ketahuan pak Lelaki Surga. Duuhhh.. isin aku isin akuuu. >_<

Tahun 2017 juga menjadi tahun kenekatanku untuk berwira usaha. Bulan Desember ini aku dan keluarga Pak Lelaki Surga nekat membuka usaha jasa laundry kiloan dan satuan. Seharusnya usaha ini dibuka 2 bulan yang lalu. Dikarenakan banyak peristiwa yang tidak bisa dihindari yang mengakibatkan mundurnya pembukaan laundry sampai bulan Desember. Alhamdulillah sekarang sudah resmi dibuka. Semoga pelanggan bertambah banyak dan istiqomah. Aamiin. Selamat berjuang.

Untuk resolusiku kali ini apa yaakk?. Hmmm.. kemaren aku sudah berusaha keras mikir tentang resolusiku tahun 2018. And I got it.

Gambar di ambil dari sini

MENDAPATKAN TIKET HAMIL
Sebenernya maju mundur cantik sih mau memasukkan keinginanku untuk hamil sebagai resolusi. Tapi anggap aja ini sebuah doa. Doa yang sering diucapkan sampai Allah mengabulkannya. Yang jelas berbagai macam usaha promil sudah aku jalani. Dari dokter yang menurutku gak pantes jadi dokter sampe mencoba pengobatan alternatif sudah aku datangi, ternyata Allah masih ingin melihatku berusaha lebih keras lagi. Untuk sekarang ini aku sudah capek dengan promil ini promil itu. Aku lebih memilih relax aja. Mengurangi setress. Pernah aku tes kesehatan mata, lha kug pak dokter dengan pedenya bilang kalo tingkat kesetresanku tinggi. Entah tu dokter menerawang darimana. Bagiku sih, aku gak begeto setres-setres amat. Kalaupun iya, aku melampiaskan buat jalan-jalan, shopping, makan makanan enak dan mahal. Hahaha. Teteeeepp wanita itu selalu menangan. Giliran suami yang setress malah aku suruh buat tidur ajah. Wkkkkk.

Yaaa... Wallahua'lam, semoga Allah mau memberikan kepercayanNya di tahun 2018. Mohon doanya yak teman-teman.


MENGEJAR PASSIONKU UNTUK BERBISNIS
Sebenarnya untuk urusan bisnis saat ini aku udah ada Mama Laundry. Umurnya sih baru 2 minggu. Pelanggannyapun yaaa masih sedikit lah ya. Maklum lah anak baru. Sekarang bisnis ini, aku serahkan kepada mama mertua dan adik ipar. Bisnis ini bisnis keluarga. Semoga bisa bertahan sampai selama-lamanya. Ada rencana ke depannya lagi untuk bikin laundry koin dan cafe. Tapi nunggu Mama Laundry yang masih unyu unyu ini berubah menjadi dewasa dan ellegant. Aamiin.

Selain Mama Laundry, aku memang berencana untuk membuka butik online. Ilmu menjahitku sebenernya masih minim sih. Lha wong ibuku aja bilang kalo polaku salah. Bagiku mah yang penting  jahitan rapih dan nyaman dipakai. Itu adalah kunci utama sebagai tukang jahit. Masalah pola yang gimana, atau jahitan yang gimana gak masalah. Kalo nurutin apa yang ada di buku pusing pala berbie. Hehehe. Lagipula kalo nunggu mahir menjahit dulu kelamaan laaah. Mumpung belum ada tanggungan anak juga sih. Masih punya waktu longgar, bisa digunakan untuk berkarya dan melakukan hal yang positif apalagi kalo menghasilkan uang. Waaa.. langsung berbinar-binar mata saiyah.


MENGURANGI RASA MALAS
Nah ini niiih... Entah kenapa semenjak pindah di Bintaro, rasa malasku melonjak tinggi. Apakah efek polusi Jakarta yak, *lah apa hubungannya? Hehe. Waktu masih di Jambi mah aku kerajinan eksperimen dapur. Bosen dikit masak, bosen dikit masak. Lha sekarang kog mualesnya gak ketulungan. Sumpeh loh. Saking malesnya aku, sampe2 seorang omku mengancamku buat meruqyah aku. Kebetulan omku itu isa meruqyah orang. Kalo memang setelah di ruqyah bisa menghilangkan malesku babar blas, mau aku di ruqyah. Hehehe. *Duh.. sok sok an banget.

Aku berharapnya sih, tahun depan aku gak males2an lagi ah. Harus berkayar, berkarya, dan berkarya. Baik itu di dapur, di dunia perjahitan, ataupun hal yang lainnya. Syemangaaaaat...

Untuk saat ini sih hanya itu saja. Semoga dengan adanya resolusi yang aku dan teman-teman buat mampu menegakkan langkah kita untuk menjadi lebih mantap dan lebih baik lagi. Aamiin..

You May Also Like

8 komentar

  1. wah asyik banget punya ruang jahit sendiri. kapan yaa aku bisa menjajah seperti itu :D

    semoga resolusinya terwujud ya. selamat berjuang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. terimakasih mbak inna.. doa yang terbaik juga untukmu..

      Hapus
  2. Kok aku jadi pengen belajar jahit juga yaaaaaa..... aku suka jahit tapi pakai tangan. Pakai mesin belum bisa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku suka salut sama oranh2 yang menjahit pake tangan. Luar biasa mbak perjuanganmu. Aku jelas2 gak sanggup itu kalo jahit tangan. Hehe

      Hapus
  3. Goodluck kak buat bisnis dan rencana-rencana lainnya.. Semoga dilancarkan yah!

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    BalasHapus
  4. Dari semua resolusi, yang paling saya Amien-kan itu moga tahun ini dikasih amanah generasi penerus kalian ya. Banyak2 juga minta didoakan orang lain dan dijaga baik2 tiap kalimat yg mudah2an nggak menyakiti orang lain, yg mungkin bisa bikin doa jadi terhalang. Sukses di tahun ini ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin.. Terimakasih mbak.

      Hapus